Rp14.400

             

Hemat! Rp3.600

  • Judul Buku: Menghayati Dzikir Setelah Shalat Fardhu
  • Penulis: Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani
  • Penerjemah: Ustadz Hari Ahadi
  • Penerbit: Nasehat Etam
  • Cover: SoftCover, Glossy, Shrink
  • Dimensi: 10,5 x 14,5 cm
  • Tebal: 92 halaman

Shalat Fardhu adalah amalan utama setiap insan yang mesti ditunaikan, sudah selayaknya shalat tersebut harus memberi makna dalam kehidupannya. Apalagi jika dirangkai dengan Dzikir pilihan dari Sunnah Nabawiyah yang Sahihah, biidznillah akan memberikan banyak manfaat dan buah indah dalam kehidupan sehari-harinya.

Buku ini, akan mengajak Anda tuk menyelami dan menghayati setiap lafaz Dzikir yang terucap dari lisan. Karena Dzikir yang tidak dihayati dengan hati bagaikan jasad tanpa ruh.

Dzikir yang paling utama ialah yang berpadu antara dzikir hati dan lisan. Tidak sepantasnya hari seseorang lalai pada saat lisannya berdzikir. Karena ruh dzikir ialah penghayatan hati.
Dzikir yang tidak dihayati dengan hati bagaikan badan tanpa ruh, tidak lebih dari sekedar wujud raga, dan pahala dzikir tidak akan diraih sempurna.

(Al-Allamah al-Utsaimin dalam Risalah fil Adzkar, hlm. 11)

Informasi Tambahan

Berat 65 g

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Menghayati Dzikir Setelah Shalat Fardhu”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *